Selasa, Maret 24, 2020

Kapsul Waktu

"Membukaaa Kapsuuulll Waktuuuuuu" .. ngebayangin ngomong begini di tahun 2030 pakai suara ala doraemon 😁
Maa syaa Allah entah bagaimana keadaan saya di tahun 2030 itu..
Hummm.. apa sudah mempunyai cucu ya.. terus membuka kapsul ini ditemani cucu (haduh emaaak mikirnya udah sampai cucu..qiqiqiiq)
Atau berdua saja dengan pak suami karena anak-anak sudah memiliki kesibukan masing-masing?
Atau menjadi bingkisan kenangan bagi anak-anak?
Gendhuk, si anak gadis satu-satunya begitu tahu akan dibuka 10 tahun mendatang dia bilang "Ibuu.. itu aku udah umur 27!"
"Jadi nanti yang buka siapa ya?" sahut saya.
"Ibulah" jawabnya.
Wallahu'alam
Yang pasti akan menjadi moment menakjubkan membaca tulisan dari masa lalu.

Kapsul waktu merupakan mini project yang sedang saya buat sebagai tugas akhir di Orientasi Komunitas Ibu Profesional.
Sepintas mirip saat matrikulasi dulu, membuat milestone. Hanya sekarang dituliskan pada lembaran kertas, lalu dimasukkan ke dalam sebuah wadah.
Tentu bukan sekedar keinginan tetapi dengan berdasarkan pertimbangan yang jelas, terukur, dan realistis.

Karena akan dibuka 10 tahun mendatang dan mengingat kertas mudah dimakan rayap atau rusak karena air, saya memilih wadah kapsul yang terbuat dari kaca.  Pilihan saya jatuh pada jar imut bekas selai. Kemudian saya menggunting 3 lembar kertas warna dalam potongan kecil.  Pada masing-masing potongan kertas saya tuliskan apa yang saya inginkan terjadi di tahun 2030 bagi diri saya pribadi, keluarga, dan hal bermanfaat yang bisa saya berikan untuk sekitar. Setelah selesai menulis kertas tersebut saya lipat membentuk pesawat dan saya masukkan ke dalam botol jar.


Saatnya menyimpan kapsul waktu dalam tempat yang aman, di suatu pojokan di dalam lemari 😉
Walaupun saya yakin anak-anak dan suami juga tidak akan membukanya tetapi menyimpannya di tempat yang tak terlihat rasanya tetap lebih baik. Agar saya sendiri tak tergoda untuk mengintip sebelum waktunya..hehehhe


Bismillah..
Mengurai harapan dengan ikhtiar
Mengkokohkan dengan tawakal
Bersama doa-doa yang terus dilangitkan..
Semoga..
aamiin

0 Comments:

Posting Komentar

Haiii.. tanpa mengurangi keakraban, silahkan berkomentar dengan baik dan sopan yaa.. Komentar bersifat spam tidak akan dipublikasi