Selasa, Februari 09, 2021
Selasa, Februari 02, 2021
Topi Berpikir
Topi Biru
Topi Putih
Topi Merah
Topi Kuning
Topi Hitam
- Informasi apa saja yang saya miliki?
- Informasi apa yang hilang?
- Informasi apa yang seharusnya saya miliki?
- Bagaimana caranya saya mendapatkan informasi
- Ada gak ya ide baru dari aplikasi yang sudah saya coba?
- Kalau masih gak bisa menggunakan software ini, apa yang mau saya lakukan?
- Ada hal lain yang bisa saya lakukan dari sofware yang sedang saya gunakan?
- Apa ada ide "out of the box" yang bisa dilakukan?
- Apa hal positif yang saya dapatkan berdasarkan data yang saya miliki?
- Skenario terbaiknya yang bisa saya peroleh?
- Adakah peluang software yang sekarang digunakan berhasil?
- Apa alternatif yang bisa saya lakukan jika software yang saya sedang kerjakan kembali tidak memberi hasil yang diharapkan?
- Apakah ada keuntungan yang bisa saya peroleh?
- Saya harus berhati-hati mengingat waktu yang terbatas. Bagaimana menyikapinya?
- Adakah konsekuensi negatif jika tidak selesai?
- Bukankah menggunakan jasa pembuat aplikasi itu mahal?
- Bagaimana perasaan saya tentang ini?
- Apa yang membuat saya terkesan?
- Bagian mana yang paling menyenangkan?
- Firasat untuk pembuatan aplikasi ini?
Written Februari 02, 2021 by Farida Ariyani
No commentsSabtu, Januari 30, 2021
Ambassador
Sepekan terakhir ini beranda facebook saya dipenuhi oleh berita tentang Hexagon City. Jelas saja demikian karena lingkup pertemanan saya memang sebagian besar adalah anggota komunitas Ibu Profesional. Menyimak tulisan teman-teman tentang Hexagon City ini membuat saya tersadar luar biasa dampak seorang ambassador apalagi jika seperti ini, tidak hanya dilakukan oleh satu orang. Kita bahas lebih detail yaa..
Pengertian ambassador menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah duta besar. Biasanya dikaitkan dengan suatu produk/merk (brand) tertentu sehingga dikenal pula istilah Brand Ambassador. Ambassador ini perlu ada karena dari ambassador inilah akan terbentuk citra suatu produk/merk/kegiatan, mengubah persepsi seseorang terhadap produk/merk/kegiatan dan menarik perhatian orang lain.
Dari sini dapat disimpulkan setidaknya ada 4 hal yang perlu dimiliki seorang ambassador
- Daya tarik. Seorang ambassador suatu produk kosmetik tentu penting untuk memiliki daya tarik secara fisik. Tetapi tidak semua ambassador haruslah memiliki daya tarik fisik. Karakter dirinya pun bisa menjadi daya tarik
- Bisa dipercaya. Penilaian dan tingkat kepercayaan berpengaruh pada ketertarikan seseorang untuk memperhatikan produk yang disampaikan. Misalnya ketika seorang ambassador dikenal suka bohong, maka orang juga tidak akan percaya pada apa yang disampaikannya. Bisa jadi itu itu berita bohong saja
- Kesesuaian. Seorang ambassor menjadi representatif dari apa yang diwakilinya. Misalnya ambassador Hexagon City, maka menjadi representatif bagi kota ini. Dengan menyimak apa yang disampaikan oleh seorang ambassador, orang lain akan mendapatkan suatu gambaran yang jelas dan semakin tertarik untuk mengetahui lebih dalam lagi. Penting sekali bagi seorang ambassador untuk menyadari bahwa apa pun yang dilakukannya haruslah menjadi bukti sesuai dengan apa yang disampaikannya. Contoh, ketika menjadi ambassador Hexagon City, menyampaikan bahwa ini ada kota produktif yang luar biasa keren karena banyak pelatihan dan seterusnya. Tetapi di lain waktu memposting tulisan betapa ia mulai lelah berada di kota ini. Orang yang membaca akan menangkap pesan bahwa kota ini memang keren tetapi berada di dalamnya tidak membahagiakan.
- Memiliki pengetahuan pada produk/merk
- Menyadari dampak perannya sebagai ambassador.
- Terdorong untuk meningkatkan keterampilan diri seperti kerampilan berbicara depan umum, keterampilan menulis, dan lain sebagainya
- Menambah rasa percaya diri
- Menambah luas pertemanan
- Mengasah tanggung jawab
- Menjadi bagian dari program kebaikan
- Menambah kebahagiaan diri karena kebermanfaatan yang diberikan
Written Januari 30, 2021 by Farida Ariyani
No commentsJumat, Januari 29, 2021
Reframing
Reframing..
Saya mendengar kata ini kembali saat sesi latihan di workshop Terapi Memaafkan sore tadi dan mendapatkan contoh yang jelas bagaimana cara menerapkannya dalam keseharian. Wah ternyata memang penting juga ya untuk reframing. Meski sudah mengerti apa yang dimaksud dengan reframing, rasa penasaran mengajak saya untuk bergegas mengetikkan kata Reframing dalam mesin pencari..
Pengertian Reframing
Linda Bloom mengawali tulisannya di Psychology Today tentang reframing dengan kalimat berikut
Life is sometimes difficult. We don't get what we want, and we get a lot of we don't want
Tujuan dan Manfaat Reframing
- Memperluas gambaran seseorang tentang dunianya dan memungkinkannya mempersepsikan situasinya secara berbeda dengan cara yang lebih konstruktif
- Memberi cara pandang yang baru dan positif
- Mengubah keyakinan/pikiran/cara pandang dari negative iraasional ke positive rasional
- Membingkai ulang cara pandang seseorang dari
- Sebuah masalah sebagai peluang
- Kelemahan sebagai kekuatan
- Kemustahilan sebagai kemungkinan yang jauh
- Kemungkinan yang jauh sebagai kemungkinan yang dekat
- Penindasan ("terhadap saya") sebagai netral ("tidak peduli tentang saya"
- Perbuatan buruk karena kurangnya pemahaman
- Mengubah kerangka berpikir
- Memunculkan tindakan dan perilaku baru yang dikehendaki
- Menghilangkan rasa rendah diri
- Meningkatkan kepercayaan diri
- Membiarkan adegan muncul di frame (sudut pandang) yang lain sehingga seseorang merasa lega atau mampu mengatasi situasi lebih baik
- Menjadikan seseorang lebih berdaya dengan cara yang menyenangkan
Written Januari 29, 2021 by Farida Ariyani
No commentsKamis, Januari 28, 2021
Ikigai
5 Pilar Ikigai
Rabu, Januari 27, 2021
Memberi dan Menerima Maaf
Kemarin sore saya mengikuti kegiatan Happy HexaCare Festival, di booth yang membahas tentang Terapi Memaafkan bersama Nugrahaeni Ariati, M.Psi atau yang sering disapa oleh Hexagonia, mbak Nuni. Niat banget deh emang lagi pengen tahu banyak soal memaafkan. Biar lebih dari hati gituh.. tsahhh ..
Sebelum masuk ke materi, mbak Nuni minta kami, peserta workshop menuliskan perasaan dan harapan yang diinginkan dari memaafkan. Saya tiga hal, yakni menerima kesalahan (baik pada diri sendiri maupun dari orang lain), mudah memaafkan, dan damai. Setidaknya ini yang langsung terlintas dalam pikiran saya. Kemudian mbak Nuni pun memulai materi dengan menguraikan sebab mengapa kita perlu memaafkan yang ternyata lebih dalam dari sekedar kedamaian.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Dan Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu" (QS Az-Zariyat : 56)
Pemaafan adalah sebuah proses membersihkan hati. Bukan sekedar untuk menciptakan suasana damai atau menjaga kewarasan. Dengan membersihkan hati, kita akan lebih mudah beribadah, yang sejatinya menjadi tugas kita hidup di dunia.
Berikutnya kami belajar mengenali alarm pemaafan. Mbak Nuni mengajak kami membuat lingkaran di kertas dan membaginya menjadi empat bagian yakni perilaku, sosial, fisik, dan emosi. Garis pembaginya diberi skor 0-10
Written Januari 27, 2021 by Farida Ariyani
No commentsSelasa, Januari 26, 2021
My City Growth
Satu orang memiliki growth mindset, lalu dirinya membumikan pikiran dalam tindakan dan melejit demikian pesat.. nah apa yang terjadi jika dilakukan tidak hanya oleh satu atau dua orang saja tetapi oleh seisi kota?
Written Januari 26, 2021 by Farida Ariyani
No commentsBelajar Sampai Tanda Titik
Menulis jurnal zona Growth membuat saya membuka-buka lagi buku "Strawberry Generation" karangan Rhenald Kasali, PhD. Sampai akhirnya saya bertemu lagi dengan tulisan beliau yang ketika pertama saya membacanya dulu membuat saya terdiam agak lama..
Berselancar dalam zona belajar itu meletihkan dan kadang memang pahit. Anda boleh bilang hidup dalam kepahitan ini unethical. Boleh saja. But this is your life, your family life, and you should remember those you love. Kalau kita mau hidup enak yang harus belajar terus, tidak boleh ada tamatnya meski tidak ada ijazahnya. Artinya, ya kerja keras, kerja lebih gigih, lebih bertanggung jawab, dan memberi lebih.
Ah iya bener banget Prof, belajar itu gak bisa dipungkiri ada lelahnya dan pahitnya juga. Secara fisik belajar membutuhkan energi yang besar. Secara mental, belajar juga menjadi tantangan stamina mental manakala menjumpai kegagalan berulang kali yang membuat harus belajar lagi berulang kali juga, berjumpa dengan kejenuhan atau godaan yang membuat ingin cepat beralih saja tanpa menyelesaikan apa yang sedang dipelajari.
Belajar itu pilihan untuk kehidupan yang ingin atau sedang kita lakoni. Saat kehidupan sedang sulit, kita perlu belajar bagaimana caranya agar kesulitan itu dapat teratasi. Mempelajari peluang bisnis, mengatur keuangan, belajar berjejaring, dan lain sebagainya. Sebaliknya demikian juga saat kita senang, kita perlu belajar menyikapi kesenangan, belajar memajukan lingkungan sekitar, dan seterusnya. Belajar ada di setiap fase kehidupan.
Belajar gak cuma berhubungan dengan diri sendiri tetapi ada orang lain juga yang akan terdampak dengan proses belajar kita. Yang saya maksud bukan hanya tentang hasil belajar ya.. misalnya ketika kita belajar menjahit maka ada hasil jahitan yang lebih rapi lalu kita jual dan bisa mendapatkan uang. Tetapi lebih dari itu belajar juga membawa dampak lebih lainnya terutama pada orang-orang di sekitar kita atau dengan kata lain dalam belajar pun ada hukum alam, presesi.
Apa sih hukum presesi?
Minggu, Januari 24, 2021
Pelukan 20 Detik
- Meningkatkan kemampuan sosial
- Membuat hubungan semakin solid
- Membuat tidur lebih baik
- Membuat orang menjadi lebih dermawan
- Meningkatkan hasrat seksual
- Memicu insting melindungi
- Pola asuh,
- Sedang melalui fase mandiri,
- Pengaruh lingkungan,
- Krisis kepercayaan diri,
Selasa, Januari 19, 2021
Diri yang Bertumbuh
Mindset
Mindset artinya serangkaian pemikiran yang membentuk dasar pemikiran seseorang dalam memandang sesuatu. Mindset adalah kata lain dari pola pikir. Beberapa pengertian mindset menurut para ahli adalah suatu set atau rangkaian pemikiran yang membentuk kebiasaan berpikir dari individu. Selain itu, pengertian lain dari mindset adalah doa dan harapan yang dimiliki seseorang akan suatu hal yang ingin dicapai dalam hidup. Sehingga, doa dan harapan ini kemudian membentuk cara berpikir seseorang. (studilmu.com)
Sejalan dengan penelitian yang dilakukan selama dua puluh tahun oleh Carol S. Dweck yang menunjukkan pandangan yang Anda adopsi untuk diri Anda sangat mempengaruhi cara Anda mengarahkan kehidupan. Mindset hanyalah sebuah keyakinan, ada dalam kesadaran dan sebenarnya dapat diubah. Berkaitan berubah ini ada dua macam mindset. Yang pertama fixed mindset (mindset tetap) dimana orang yang memiliki mindset ini percaya bahwa kualitas seseorang sudah ditetapkan. Misalnya sudah ditetapkan sebagai orang cerdas. Akibatnya akan menciptakan kebutuhan untuk membuktikan diri terus menerus. Sementara orang yang memiliki mindset lain -growth mindset- percaya bahwa kualitas dasar diri dapat diolah melalui upaya-upaya tertentu. Keberhasilan bagi orang dengan growth mindset terjadi manakala mereka mengembangkan diri. Sedangkan bagi orang dengan fixed mindset, keberhasilan terjadi jika faktor keberhasilan sudah ada dalam genggaman. Jika sesuatu sudah bersifat terlalu menantang dan mereka merasa tidak cerdas/berbakat, mereka tidak akan tertarik lagi.
Mindset dan Hexagon City
Dari penjabaran singkat di atas tentu kita semakin bisa mengerti mengapa secara khusus ada zona Growth di Hexagon City. Agar kota produktif ini dapat semakin tumbuh, memiliki warga dengan pikiran, keinginan dan aksi untuk terus berkembang menjadi hal yang penting. Memiliki warga yang cerdas dan kreatif saja tidak cukup.
Saya mulai dengan menuliskan growth untuk diri saya sendiri. Growth mindset bagi saya sebagai hexagonia, selalu ada solusi. Dengan pikiran demikian saya akan mendorong diri terus berupaya bila bertemu tantangan dengan ikhtiar maksimal yang saya bisa lakukan. Baik berupa tindakan maupun pemikiran. Selebrasinya tentu saja manakala sebuah masalah terpecahkan.
Contoh penerapannya ada di growth saya untuk Co Housing. Membuat aplikasi sendiri tidak pernah terbayang oleh saya sebelumnya. Growth mindset saya BISA. Saya yakin membuat aplikasi bisa dipelajari. Tentu inginnya bisa ada di apps store. Tetapi langkah besar selalu dimulai dari langkah kecil. Jadi target utamanya di perkuliahan ini, bisa diinstal di gawai kami masing-masing.
Dan kemarin menjadi hari yang menyenangkan buat saya karena akhirnya bisa membuat aplikasi meski masih dalam versi pdf jadi belum bisa diklik seperti file asli yang saya buat. Yeaayyyy! ini aja udah seneeen. Tinggal uprek lebih dalam lagi.. semangat!! *tepuk-tepuk pundak sendiri

Selasa, Januari 12, 2021
Hexagon City Bagi Saya...
Kerjasama dalam tim...
Minggu, Januari 10, 2021
Mahal atau Murah?
- Kualitas Produk. Biasanya emak-emak nih paling detail membandingkan kualitas produk sebelum membeli. Ya iyalaaah pengennya punya barang yang tahan lama/awet. Misalnya ketika ingin membeli baju. Modelnya sama-sama menarik nih, warnanya pun sesuai keinginan. Tapi kualitas bahan berbeda. Yang satu lebih murah tetapi pada cucian pertama akan luntur. Sementara yang lain tidak. Tentu yang dipilih yang tidak luntur.
- Kebutuhan. Pernahkah melihat suatu pelatihan dengan biaya di atas satu juta? Sering yaa.. biasanya pelatihan yang ilmunya lagi banyak dicari nih... Lalu menurut kamu sendiri gimana? Mahal atau murah? Jawabannya pasti lagi-lagi tergantung kebutuhan. Kalau dengan mengikuti pelatihan itu kehidupan kita akan semakin lebih baik, biaya pelatihan tidak terlalu dipermasalahkan. Itu sebabnya meski ada yang mengatakan mahal tetap saja pesertanya membludak.
- Berperan pula sebagai penjual/produsen. Bagi saya, contoh yang paling mudah diberikan kepada anak-anak tentang harga saat mulai membuka usaha kuliner. Karena di usaha sebelumnya yang dilakukan tidak banyak melibatkan anak-anak. Misalnya ketika saya membuka usaha craft, yang menjahit saya sendiri. Usaha MLM juga demikian. Tetapi di usaha kuliner anak-anak melihat dan membantu secara langsung proses pembuatannya. Ikut merasakan pegal-pegal seperti emak 😁 sehingga semakin memahami ada biaya tenaga yang juga harus diperhitungkan
- Produk buatan teman sendiri. Terutama teman yang sudah dekat sekali. Banyak mengiyakan harga yang ditawarkan daripada menawar. Karena kita berharap dengan membeli produknya, akan membuat sang teman merasa senang dan terbantu. Hubungan pun akan menjadi lebih baik lagi.
- Empati. Duh suka gak tega yaa liat penjual pinggir jalan. Apalagi kalau sudah tua dan barang dagangannya masih banyak. Hal ini membuat kita tergerak ingin membeli meskipun belum begitu membutuhkan. Mahal atau murah pun tidak terlalu diperhitungkan
Sabtu, Januari 09, 2021
Agility
- kelincahan
- ketangkasan
- kecerdikan
- kegesitan
- kecerdasan
- Change Agility, kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan apapun
- Mental Agility, kemampuan untuk bertahan dalam kondisi apapun
- People Agility, kemampuan untuk bekerjasama dengan siapapun
- Learning Agility, kemampuan untuk mempelajari dan memahami hal yang baru dengan cepat
- Result Agility, kemampuan untuk tetap berprestasi dalam kondisi apapun
Kamis, Januari 07, 2021
Diam Aja Deh
Bertemu dengan orang yang ngeyel, diberi saran A-Z tetap aja gak berubah, tetap bersikeras pada pendapatnya sendiri. Kadang saya berpikir, kenapa ya seseorang bisa ngeyel banget? Hmm dugaan saya
- Merasa paling tahu dan lawan bicara selalu dianggap memiliki pengetahuan yang kurang
- Merasa paling mampu
- Tidak memahami cara berkomunikasi
- Tidak suka dengan aturan
- Memiliki kesulitan dalam berinteraksi
- Jika orang yang sulit ini sudah mulai menyerang dengan kalimat yang gak rasional dan emosi, tanyakan langsung apa yang membuatnya emosi
- Konfirmasi apa yang disampaikannya. Kalau kita dikatakan mengacau misalnya, tanyakan "maksudnya apa ya?"
- Gak perlu membalas dengan nada defensif. Sepakati kalimatnya jika memang kita mengacau namun minta umpan balik yang membangun agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama
- Berempati pada apa yang sedang dirasakannya. Misalnya dengan mengatakan "Kedengarannya kamu sedang marah sekarang, aku minta maaf soal itu"
- Tahan keinginan untuk bertarung untuk memenangkan perdebatan. Mendengarkan dan mengajukan pertanyaan membawa orang lain ke kesimpulan yang lebih baik. Proses ini dikenal sebagai metode Socrates.


















