Gak benar-benar istirahat sih. Yang saya lakukan di hari keduabelas ini masih terkait juga dengan project Pawon Jelita, yakni membuat stiker kemasan produk.
Menimbang sudah mulai menerima pesanan, sepertinya stiker ini mulai diperlukan kehadirannya.
Saya sudah memilih nama merk untuk cemilan yang saya buat, "TEKKAN". Awalnya seisi rumah bertanya-tanya
"Kok namanya Tekkan?"
"Lucu namanya" (padahal gak niat ngelawak 😜)
Seorang teman malah bertanya begini "Itu maksudnya kalo mau buka tutup wadah makanannya diteken dulu ya?" 😂
TEKKAN di sini memang bisa memiliki dua makna :
- Tekan dalam bahasa Jawa berarti datang. Cemilan yang saya buat, datang spesial untuk yang ingin mengicipi. Agar tak salah mengartikan ditekan maka huruf "K" saya buat double.
- Tekkan bisa bermakna di tek - kan cemilannya. Seperti.. "mau ngetek (memilih) cemilan yang ini lhoo" untuk dibuatkan. Karena cemilan yang saya buat berdasarkan pesanan saja. Atau kalau saya sedang membuat satu cemilan bisa ikutan pesan selama bahan masih ada.
Untuk urusan logo.. huhuhu saya belum pandai mendesainnya. Jadi butuh waktu beberapa jam untuk memikirkannya bentuk yang mewakili kata "TEKKAN" yang saya maksud. Waktu berpikirnya masih belum sebanding dengan hasil bentuk logo yang sederhana..
Gapapalah yaa..
Masak sendiri, bikin logo sendiri, musti banggalah..wkwkwkkwk menghibur diri
Reaksi pertama si Ragil melihat logo ini adalah tertawa "Hahahhaha makanan Ibu naik skateboard"
"Kan makanannya dateng Dek" teteeep Emak ngeles 😅
Bismillah, semoga menjadi usaha yang laris dan berkah gak cuma buat keluarga, juga buat sekitar.
Doain ya?
Ngng.. atau mau doain plus pesan cemilan? 😁
Tudei, badgenya jadi Need Improvement ..
Stay semangat Emak! (puk puk pundak sendiri lagi)



0 Comments:
Posting Komentar
Haiii.. tanpa mengurangi keakraban, silahkan berkomentar dengan baik dan sopan yaa.. Komentar bersifat spam tidak akan dipublikasi