Selasa, April 21, 2020

Hari Keduapuluhenam Kepompong

Masih melanjutkan onde-onde dengan menggunakan resep dari Nia Jefry.
Apa ya yang membuat serabi sedikit sarangnya?
Apakah ragi yang digunakan sudah kurang aktif?
Atau air santan masih belum sehangat yang dimaksud?
Pertanyaan-pertanyaan yang mengusik rasa ingin tahu

Setidaknya 3 kali saya mencoba membuat lagi.

  1. Percobaan pertama saya menggunakan ragi instan yang baru dibuka untuk memastikan ragi yang digunakan memang ragi aktif. Hasilnya masih kurang berserat. Berarti kemungkinan suhu air santan
  2. Percobaan kedua, setelah santan mendidih saya tunggu beberapa saat dan saya tuang sedikit demi sedikit. Hasilnya masih sama. Baiklah, mungkin masih kurang tepat suhunya
  3. Percobaan ketiga, kali ini waktu menunggu santan menjadi hangat lebih lama. Sayangnya hasil tak berubah.\
Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan air dalam suhu ruang saja
Alhamdulillah kali ini lebih baik.
Tinggal cara mencetak saja yang harus saya pelajari kembali.

Oh iya dibandingan resep dari NCC yang menghasilkan pinggiran serabi lebih kokoh, di resep ini pinggiran serabi lebih mudah dan patah.




0 Comments:

Posting Komentar

Haiii.. tanpa mengurangi keakraban, silahkan berkomentar dengan baik dan sopan yaa.. Komentar bersifat spam tidak akan dipublikasi