Dan saya bersyukur banget hari ini bisa menemukan resep yang semakin mendekati serabi solo yang saya inginkan.
Nyoba bikin serabi sampai dua kali dan nyaris lupa setor jurnal..qiqiqi
Resep yang saya pakai tetap resep serabi tanpa telur.
Masih mirip dengan resep sebelumnya hanya saja terigu saya kurang 10 gram dan air ditambah hingga total mencapai 800 ml untuk 200 gram tepung beras.
Sebenarnya saya tidak serta merta langsung menuang 800 ml melainkan dalam tahapan.
Setelah saya yakin dalam keadaan encer masih bisa membentuk serat baru saya tambahkan lagi larutannya.
Hari ini juga saya mencoba beberapa perlakuan yang berkaitan dengan areh.
Saya bandingkan adonan yang telah dituang ke cetakan kemudian
- tidak diberikan areh
- dituangkan bagian tengah saja
- dituangkan sekeliling
Waktu penuangan,
- segera setelah adonan dituang
- menunggu keluar pori-pori (dalam keadaan setengah matang) setelah dituang
- menjelang matang
Jenis wajan
- Teflon, yang saya maksud adalah cetakan serabi dengan 4 lubang dalam satu wajan. Hasilnya sulit mendapatkan bagian bawah dan pinggiran yang coklat kecuali dioleskan mentega dan api yang sedang menuju besar
- Alumunium, pinggiran serabi lebih renyah dan mudah coklat karena wajan lebih cepat panas sehingga harus hati-hati agak tidak cepat gosong sementara serat belum banyak terbentuk
Menyusul in syaa Allah akan saya coba menggunakan wajan serabi dari tanah liat
Kekentalan areh
- Sedang
- Kental
- Sangat Kental
Banyak ya yang dicoba 😆
Ini belum termasuk pengemasan ..hehehe
Bagi saya mengetahui hasil dari beberapa perlakuan (meskipun ada yang bisa dikategorikan gagal) tetap menyenangkan karena bisa menambah ilmu yang semoga kelak bisa bermanfaat pula bagi orang lain.. aamiin
Menutup tantangan 30 Hari Kelas Bunda Cekatan dengan Alhamdulillah..


0 Comments:
Posting Komentar
Haiii.. tanpa mengurangi keakraban, silahkan berkomentar dengan baik dan sopan yaa.. Komentar bersifat spam tidak akan dipublikasi