Hari ketujuhbelas.. separuh masa tantangan terlewati. Alhamdulillah..
Kelas Bunda Cekatan memang sesuatu sekali, gak cuma melatih kecekatan tetapi juga menempa kekuatan diri menghadapi tantangan. Hohoho bahasanya daleeem..
Tapi itu sih yang saya rasakan..
Godaan untuk mager (malas gerak) banyak banget. Beneran musti banyak berdoa biar terhindar dari mager.
Apalagi di masa wabah corona seperti ini. Satu keluarga berkumpul otomatis yang dilakukan di rumah lebih banyak lagi. Tantangan buat menyelesaikan misi pribadi tapi keluarga pun tetap menjadi prioritas utama.
Okeh lanjut.. waktunya mereview martabak kemarin.
Sejujurnya saya masih berpikir apa ya yang menyebabkan martabaknya terasa padat sedikit kenyal. Penambahan tapiokakah? Menurut saya pengaruh penambahan tapioka yang paling terlihat adalah tepian martabak yang lebih kokoh dan garing. Bisa jadi juga menambah adonan lebih padat. Dibandingkan resep sebelumnya telur yang digunakan dalam resep kedua lebih sedikit.
Beberapa resep martabak memang tanpa telur. Berarti belum tentu juga hanya jumlah telur yang berpengaruh pada kepadatan tekstur martabak. Besar kemungkinan komposisi adonan atau teknik pembuatan yang harus diperbaiki lagi.
Mengulik sedikit soal teknik pembuatan adonan, setelah saya melihat beberapa video tentang dunia permatabakan, ternyata seperti membuat cake, ada beberapa tehnik yang berbeda. Menariknya meski dengan resep sama tapi teknik berbeda maka hasil tekstur martabaknya akan berbeda juga. Ada yang setelah mencampurkan han tepung dan air didiamkan dahulu beberapa waktu. Ini sudah saya coba juga. Bikin penasaran untuk merecook lagi.. wkwkwkwk
Tunda dulu deh .. mau buat pesanan pukis.
Mixer tunggu akuuu
Jumat, April 10, 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 Comments:
Posting Komentar
Haiii.. tanpa mengurangi keakraban, silahkan berkomentar dengan baik dan sopan yaa.. Komentar bersifat spam tidak akan dipublikasi